Kinerja throughput PT Indonesia Kendaraan Terminal (IKT) pada tahun 2017 mengalami peningkatan, terutama ekspor mobil. “Meningkat sebesar 19,4% dibandingkan tahun 2016, sebesar 191.463 unit menjadi 228.558 unit di tahun 2017,” kata Dirut PT IKT Chiefy Adi K pada acara Gathering Media, di Jakarta, Rabu (11/4).

Menurut Chiefy kenaikan juga terjadi pada mobil impor sebesar 18,3%, dimana pada tahun 2016 tercatat 71.162 unit, meningkat menjadi 84.183 unit pada tahun 2017.

Untuk kinerja throughput pada ekspor alat berat 2017, ungkap mantan GM Pelindo Cabang Ciwandan ini, juga terjadi peningkatan 6,9%. Sedangkat untuk impornya meningkat 72,3%. “Untuk alat berat domestik meningkat 76,9%,” ucap Chiefy.

Sementara itu, Direktur Keuangan IKT Sugeng Mulyadi mengungkapkan, untuk pendapatan, perseroan juga menunjukkan pertumbuhan positif. “Selama tahun 2017, perseroan mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 34,3% dari Rp 314,3 miliar di tahun 2016 menjadi Rp 422,1 miliar tahun 2017,” ujar Sugeng Mulyadi.

Sedangkan laba bersih meningkat 32,3%, dimana tahun 2016 tercatat Rp 98,4 miliar menjadi Rp 130,1 miliar di tahun 2017.

Sebagaimana diketahui bahwa Indonesia merupakan negara produsen mobil kedua terbesar di ASEAN. Kata Chiefy, negara tujuan ekspor terbesar adalah Philipina sebesar 40,6%, kemudian Saudi Arabia 18,9%, Vietnam 7,6%.

Sebaliknya negara asal impor terbesar adalah Thailand 64,0%, India 27,2%, Korea 5,1%. “Untuk arus kargo domestik, saat ini daerah tujuan terbesar adalah Makassar 40%, Batam 16%, dan Balikpapan 14%,” kata Chiefy.

Chiefy berharap pada tahun 2018 ini, kinerja ITK dalam segala hal akan terjadi peningkatan. (***)