Kantor otoritas pelabuhan Tanjung Perak dan kantor otoritas pelabuhan Belawan bersama stakeholder dikedua pelabuhan itu melakukan studi banding mengenai Delive order (DO) online dan Inaportnet sistem ke pelabuhan Tanjung Priok, pada Selasa (10/4), bertempat di kantor JICT Tanjung Priok.

Sistem ini merupakan amanah dari PM 120 tahun 2017 tentang DO Online yang salah satunya menyebutkan, mewajibkan terminal menyediakan DO online yang terintegrasi dengan Inaportnet sistem.

Arif Toha, kepala OP Tanjung Priok menyatakan, bahwa DO Online wajib dilaksanakan pada Juni. “Ini mandatori, jadi Juni mesti dilaksanakan, makanya kami terus mendorong agar sistem online ini bisa dilaksanakan,” kata Arif dalam kata sambutannya, Selasa (10/4).

Sementara itu, Riza, wakil Dirut JICT mengungkapkan, kalau bicara online, pihaknya (JICT) sudah melakukan sistem online dari beberapa tahun lalu. “Hari ini kami undang Cosco dan Puninar untuk sharing DO online, dan sistem online lainnya yang sudah diterapkan di JICT,” kata Riza.

Pada kesempatan yang sama, ketua DPC INSA Surabaya, Steven Lesawengan menyatakan menyambut baik atas diberlakukannya DO Online ini.

“Di TPS Surabaya DO Online juga sudah diterapkan, dan berjalan dengan baik,” ujar Steven.

Sedangkan Kabid Lala kantor OP Tanjung Priok, Hotman menyatakan bahwa inaportnet sudah diberlakukan di Tanjung Priok, bahkan sekarang sudah versi 2. “Pada inaportnet versi dua, bukan hanya untuk layanan kapal tapi juga barang,” ucap Hotman.

Dihadapan para peserta, Hotman mendemonstrasikan mengenai sistem online ini secara real time. Dari sistem Inaportnet versi 2 ini, bisa diketahui pergerakan barang (kontainer), juga posisi kapal.

“Dengan sistem ini bisa menghemat waktu, jadi waktunya lebih pendek,” ucapnya.

Hotman juga menginformasikan bahwa Inaportnet versi dua ini berkolaborasi dengan kenavigasian.

Sebagai mandatori, pada bulan Juni 2018 nanti, DO Online wajib dilaksanakan di pelabuhan utama seperti Tanjung Priok, Tanjung Perak, Belawan, dan Tanjung Emas, menyusul Inaportnet yang sudah diberlakukan beberapa tahun lalu di pelabuhan-pelabuhan tersebut.

Dengan sistem DO online yang terintegrasi dengan inaportnet, semua jadi terang benderang, karena semua dokumen dilakukan dengan cara online, tidak perlu lagi ada tatap muka antara petugas dan pengguna jasa.

Pemerintah juga sudah mengantisipasi jika sistem ini terjadi trouble. Back up di Kantor Kemenhub ada 4 server yang menghandle untuk inaportnet. “Diluar 4 server ini ada lagi DRC untuk memback up 4 server tadi, dan semua server dikelola Pusdikom Kemenhub,” kata sumber di Kemenhub kepada ocean week, per telpon.

Sumber tadi minta agar semua terminal sudah siap dengan sistem DO online yang terintegrasi dengan inaportnet sistem sebelum Juni 2018, saat sistem ini resmi diberlakukan.

Dia menginformasikan bahwa terminal di Priok yang dinilainya sudah siap adalah JICT dan MAL, sedangkan tiga terminal lainnya, yakni TPK Koja, TO3, dan NPCT1 masih dalam proses.

Sistem online ini dipastikan transparan, cepat, memudahkan pengguna jasa kepelabuhanan, dan akhirnya bisa murah.

Untuk diketahui, dengan adanya inaportnet versi 2, bukan berarti inaportnet versi 1 ditiadakan. Inaportnet versi dua itu lebih pada info setelah kapal sandar. (***)