Setelah berhasil melakukan ekspor langsung dari Makassar, Pantoloan, Ambon dan Jayapura, kini PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) kembali melepas ekspor langsung perdana dari Balikpapan (Terminal Petikemas PT Kaltim Kariangau), pada Senin (9 April 2018). Layanan ekspor langsung itu dengan rute Balikpapan – Shanghai.

Menteri BUMN Rini Soemarno menyambut baik langkah yang dilakukan PT Pelindo IV. “Momen ini merupakan bentuk kehadiran BUMN untuk negeri yang menjadi pilar utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat maupun pertumbuhan ekonomi daerah Kalimantan Timur,” kata Menteri BUMN Rini M Soemarno dalam keterangan tertulis, Senin (9/4).

Ekspor langsung perdana oleh PT. Kaltim Kariangau Terminal, anak usaha PT Pelindo IV, dilepas oleh Kementrian BUMN, diwakili Deputi Bidang Usaha Konstruksi Sarana dan Prasarana Perhubungan, Ahmad Bambang. Hadir pada kesempatan itu, antara lain Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak, Gubernur Kalimantan Utara, Irianto Lambrie, pejabat daerah Provinsi Kaltim dan Kaltara, serta pejabat di lingkungan PT Pelindo IV.

Direktur Utama PT Pelindo IV, Doso Agung mengatakan ekspor langsung perdana yang dilakukan pada hari ini (Senin, 9/4), merupakan bagian dari program International Direct Call yang sudah dicanangkan Perseroan sejak 5 Desember 2015.

“ini adalah bagian dari program International Direct Call. Kami [Pelindo IV] memang berencana membuka jalur ekspor langsung ke luar negeri dari semua pelabuhan kelolaan yang cukup besar selain Makassar, di antaranya Pelabuhan Pantoloan, Jayapura, Sorong, Ambon dan kali ini dari Balikpapan. Kedepan, kami juga akan membuka jalur ekspor langsung ke pelabuhan kelolaan lainnya,” katanya.

Menurut Doso Agung, ekspor langsung perdana dari Balikpapan ini dilakukan bekerjasama dengan perusahaan pelayaran asal Hongkong, SITC, menggunakan kapal MV Meratus Tomini dengan rute pelayaran Balikpapan langsung menuju ke Shanghai, China.

Di pelayaran langsung perdana ini, komoditas yang diangkut yaitu Coconut Fiber dan kayu olahan (Plywood). “Sebelumnya, pada 26 Maret lalu PT. Kaltim Kariangau Terminal (KKT) juga sudah melakukan pelayaran ujicoba menggunakan kapal milik SITC, MV Laila,” ujar mantan GM TPK KOja itu.

Doso berharap, dengan pelayaran langsung dari Balikpapan ke Shanghai ini dapat merangsang pertumbuhan ekspor non migas khususnya di wilayah Kaltim dan Kaltara.

Doso menambahkan, pihaknya dan PT. KKT optimistis, dengan adanya ekspor langsung ini akan meningkatkan throughput petikemas ekspor maupun impor melalui PT. KKT. “Tentunya dengan melihat potensi komoditas yang tidak hanya berasal dari Kaltim dan Kaltara, tetapi juga dari Kalimantan Selatan dan provinsi lainnya di Pulau Sulawesi,” kata Doso.

Menurut dia, dengan International Direct Call dapat memangkas waktu pengiriman barang, kalau sebelumnya harus melalui Jakarta dan Surabaya dan yang pasti dapat menurunkan biaya logistik.

“Kami bersyukur selama ini Direct Call selalu mendapat respon positif dan memperoleh dukungan penuh dari semua pemerintah daerah, tidak terkecuali Pemerintah Provinsi Kaltim dan Kaltara yang cukup antusias dengan program ini,” pungkas Doso Agung. (pld4/**)