PT Krakatau Bandar Samudera (KBS) terus melakukan pengembangan berbagai fasilitas seperti penambahan dermaga, menambah peralatan crane, serta penguatan sumber daya manusia ((SDM).

“Untuk dermaga sudah ada 4 calon rekanan yang memberikan penawaran. Sedangkan pengadaan 4 unit crane, kapasitas 40 ton direncanakan sudah bisa beroperasi 12 bulan kedepan dari sekarang,” kata David Rahadian, Direktur PT KBS kepada Ocean Week, di Cilegon Banten, Selasa (13/3).

Menurut David, bukan hanya hal itu saja yang sedang dilakukan perseroan, namun pihaknya juga mengembangkan sistem IT yang dapat diakses oleh Customer melalui aplikasi android.

“Customer bisa memantau moving kapal, barang, jumlah truk yang ada di pelabuhan Cigading melalui aplikasi android,” ungkap David didampingi Puji Winarto, salah satu GM KBS.

Sistem itu, ucapnya, dinamai CIS (customer information service). Sistem ini sudah diujicobakan pada kapal gula, mulai Februari 2018 lalu.

David juga mengatakan, tahun 2018 ini, KBS ditargetkan pendapatan sebesar Rp 1 triliun, mengingat tahun sebelumnya bisa mencapai Rp 916 miliar.

David optimis, target Rp 1 triliun itu dapat tercapai. Makanya, di kantor KBS banyak tulisan yang bersifat menyemangati ‘1 triliun Pasti Bisa’.

“Pasti bisa teraih pendapatan satu triliun itu karena didorong dari meningkatnya sektor pelabuhan, jasa logistik, dan bongkar muat,” kata David.

Menurut David, KBS di tahun 2017 lalu mampu menangani kegiatan sebesar 18 juta ton, dan tahun ini ditargetkan bisa 20 juta ton.

Meningkatnya volume barang yang ditangani, juga karena bertambahnya industri baru di sekitar Cilegon.

Sementara itu, Puji menambahkan, bahwa perseroan juga mengembangkan angkutan kontainer menggunakan moda kereta api dari Cilegon ke Surabaya (PP).

“Setiap 2 hari sekali sudah ada 10 kontainer dan 11 gerbong datar rutin mengangkut komoditi baja dari Cilegon ke Surabaya, pulangnya bawa semen,” ujarnya.

Sebenarnya, angkutan dengan kereta api sudah dari tahun 2014, makanya KBS pun telah mengembangkan container yard untuk angkutan kereta api ini. (***)