Direktur Operasi PT Pelindo II Prasetyadi menyatakan jika penyatuan (single) manajemen pandu tunda di wilayah kerja pelabuhan Indonesia II, termasuk Tanjung Priok sebentar lagi selesai. Diharapkan dengan satu atap (satu komando), layanan keluar masuk kapal pelabuhan menjadi semakin membaik.

“SK-nya sedang berjalan ditingkat direksi (Direksi Pelindo II), kalau sudah dan diteken Pak dirut (Dirut Pelindo II Elvyn G Masassya), sudah jalan, nantinya ada yang mengatur sendiri untuk pandu tunda. Diharapkan dengan satu atap atau satu komando untuk layanan pandu tunda tidak ada keterlambatan lagi,” kata Prasetyadi kepada Ocean Week, Sabtu sore.

Prasetyadi mengungkakan hal itu, menjawab masih adanya keterlambatan pelayanan kapal yang diakibatkan pandu tunda di pelabuhan Tanjung Priok.

Sementara itu, Capt. Supardi, Direktur Operasi PT Jasa Armada Indonesia (JAI) mengatakan, bahwa layanan pandu tunda di pelabuhan Priok mengalami keterlambatan pada hari Sabtu (10/3) ini, karena adanya perbaikan kabel bawah laut di areal pondok dayung dari pagi hingga malam, sehingga berakibat terhadap pelayanan kapal di pelabuhan.

“Hampir 40% layanan kapal yang dipandu tunda di pelabuhan Tanjung Priok melewati perairan pondok dayung, dan hari ini sedang ada perbaikan kabel bawah laut di areal itu, makanya layanan menjadi terlambat. Perbaikan itu dari pagi sampai nanti jam 21.00 wib,” ungkapnya per telpon kepada Ocean Week, sore ini.

Sedangkan Mulyadi, GM Pelindo II Cabang Tanjung Priok, menyatakan akan memperhatikan terhadap masalah ini (layanan pandu tunda). “Sebagai GM baru di Priok, saya akan fokus memperbaiki terkait hal ini, supaya layanan lebih baik lagi,” katanya.

Mantan GM Pelindo II Cabang Panjang ini juga mengemukakan, terkait usulan agar organisasi manajemen pemanduan penundaan ini dalam single manajemen, Mulyadi menegaskan sedang dibahas secara intensif. “InsyaAllah dalam waktu dekat akans selesai,” ujarnya.

Mulyadi juga meluruskan terhadap layanan untuk kapal milik pelayaran Bukit Merapin (berita oceanweek Jumat 9/3). Menurut Mulyadi bahwa mengenai kapal Star Belitung, permintaan di PPKB tercantum jam 10.00 wib, dan ditetapkan jam 10.00 wib. Lalu kapal lapor siap jam 11.20 wib sesuai jurnal menara radio kepanduan, dikarenakan mendekati jam shoat Jumat, kapal baru dilayani jam 12.50 wib setelah sholat jumat. “Bukan jam 14.00 wib baru diayaninya,” ungkapnya.

Seperti diketahui, Info yang diperoleh Ocean Week, dari Jumat (9/3) hingga Sabtu (10/3), kapal mengalami delay karena layanan pandu tunda mengalami keterlambatan.

Sekretaris DPC INSA Jaya Capt. Supriyanto membenarkan kalau terjadi keterlambatan layanan pandu tunda di pelabuhan Tanjung Priok. “INSA Jaya sudah sempat berkirim surat kepada pihak Pelindo dan yang berwenang, namun belum ada tanggapan. Kami berharap masalah pandu tunda ini segera diselesaikan, terutama untuk single manajemen agar tidak saling menyalahkan satu sama yang lain,” katanya.

Sebagaimana berita Ocean Week sebelumnya yang menyabutkan bahwa layanan pandu tunda sering terlambat, terutama pada waktu jam ‘horor’ atau jam kritis saat pergantian seef.

Sebab, keterlambatan pandu tunda dapat mempengaruhi terhadap window dan sandar kapal bukan saja di pelabuhan disini, namun juga di pelabuhan berikutnya. (***)