Menjelang akhir maret 2018 nanti, beras impor bakal masuk lagi melalui Pelabuhan Belawan sebanyak 20.000 ton, setelah sebelumnya sebanyak 10 ribu ton sudah masuk melalui pelabuhan ini juga.

Kadivre Perum Bulog Sumut, Benhur Ngakaimi, dalam temu pers di Kantor Gudang Bulog, Medan mengungkapkan, beras impor yang akan masuk sebanyak 20.000 ton menggunakan dua kapal.

“Rencana sandar di Dermaga Pelabuhan Ujung Baru Belawan. Beras itu berasal dari Thailand dan India, akan dibongkar oleh PBM Pelindo 1 Cabang Belawan,” ujarnya, kemarin.

Pembongkaran beras impor dengan pola truk loosing itu, kemudian beras langsung dibawa ke Gudang Bulog Kota Medan.

Benhur, menjelaskan beras impor ini merupakan program pemerintah sekitar total 500 ribu ton. “Beras itu untuk mengatasi kecukupan pangan, dan Bulog sifatnya hanya menimbun, dan menunggu arahan untuk kemudian mendistribusikan,” ungkapnya.

Jadi, menurut Benhur, rencana masuknya beras sebanyak 20.000 ton, dapat untuk mengamankan stok menjelang Puasa sampai dengan Lebaran, karena sebelumnya sudah masuk 10.000 ton dari Thailand.

Perencanaan Bulog, ungkapnya, selama tiga bulan harus ada persedian 30.000 ton, dan kebutuhan Sumatera Utara per bulan rerata 10.000 ton. “Bulog selalu merencanaan persediaan tiga bulan kedepan, inilah yang dapat mengatasi kecukupan pangan, terus dilakukan secara kesinambungan,” ucap Benhur. (rat/ow)