PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo), pada tahun 2018 ini akan fokus pada zaro acident bagi pekerjanya, karena dengan bebas kecelakaan, dapat meningkatkan produktivitas secara otomatis.

Selain itu, perseroan yang direncana akan IPO ke bursa saham di tahun ini juga sedang melakukan berbagai terobosan pengembangan bisnis. “Kami ingin PTP nantinya bisa menjadi operator terminal, bukan hanya di Tanjung priok, namun juga di pelabuhan-pelabuhan lain, seperti Hutchison yang mendunia,” kata Imanudin, Dirut PT PTP mengawali perbincangan dengan Ocean Week, di Kantornya, Rabu (28/2) sore.

Obsesi PTP yang ingin mengenalkan branded perseroan sebagai terminal Multipurpose, juga menjadi bagian dari fokus perseroan untuk diperkenalkan ke khalayak luas.

“Kami fokus pada hal itu, selain tentunya melakukan perbaikan dan pengembangan dari banyak hal disini (Tanjung Priok-red),” ujar Imanudin didampingi Andi Isnovandiono, direktur operasi dan teknik PTP.

Penataan terhadap terminal yang dioperasikannya di pelabuhan Tanjung Priok pun dilakukan oleh PTP. Misalnya, saat ini orang-orang yang tidak berepentingan, tidak akan bisa keluar masuk ke terminal jika tidak dibekali dengan kartu identitas dari PTP.

Bahkan, Imanudin menyatakan, dirinya pernah tidak diperbolehkan masuk ke areal dermaga di terminal 2 oleh petugas, karena kendaraannya tidak dilengkapi dengan kartu khusus tadi. “Itu yang benar, karena strerilisasi terminal sangat penting,” ungkapnya.

Ketegasan seorang petugas untuk tidak memperbolehkan siapapun masuk ke areal terminal 2 jika tidak melengkapi kartu khusus, pun pernah dialami owners pelayaran RoRo PT Bukit Merapin. “Bos saya saja nggak boleh masuk waktu mau lihat kegiatan kapalnya di terminal 2, karena nggak ada kartu tanda pengenal khusus ke pelabuhan,” ucap Munif, manager operasional pelayaran Bukit Merapin.

Imanudin juga mengungkapkan jika tahun 2018 ini, pihaknya mentargetkan throughput petikemas impor lebih dari 500.000 TEUs. “Tahun 2017 capaian bongkar muat petikemas impor yang kami tangani di terminal 3 tercatat 500 ribu TEUs,” jelasnya.

Mantan Corporate Secretary PT MTI itu juga mengatakan, pihaknya akan menambah sejumlah fasilitas di area kerja Terminal 3 Pelabuhan Priok. Misalnya menambah 30 unit vehicle mounted terminal (VMT), 30 mikrotik, tiga unit CCTV, dan 12 unit lampu penerangan light emitting diode (LED).

“Penambahan fasilitas itu untuk meningkatkan pelayanan bongkar muat dari kapal menuju area penumpukan,” ujarnya lagi.

Imanudin berharap, program-program perbaikan yang dilekukan PTP tersebut dapat memberi manfaat bagi para pengguna jasa kepelabuhanan. (***)