Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Jawa Tengah (Jateng), Ari Wibowo memperkirakan, usaha logistik dan forwarder mengalami kerugian sekitar Rp 3 miliar per hari, akibat banjir dan rob di wilayah kota Semarang.

“Banjir dan rob di Kaligawe Semarang tidak pernah bisa diselesaikan, sehingga kami (usaha logistik & forwarder) rugi miliaran rupiah setiap hari,” kata Ari kepada Ocean Week, melalui ponselnya, Selasa (27/2) siang.

Menurut Ari, miliaran rupiah kerugian itu dihitung dari rata-rata kendaraan yang setiap hari melintas sebanyak 5.000 unit mobil barang setiap hari. “Dan itu sudah berbulan-bulan,” ujarnya lagi.

Ari menambahkan, kerugian tersebut karena BBM (bahan bakar minyak) jadi membengkak, lalu kerusakan komponen kendaraan, dan keterlambatan pengiriman barang sampai ke tempat tujuan.

“Barang ekspor bisa terlambat karena rob atau banjir, dan itu menambah biaya, belum lagi kerusakannya,” ungkapnya.

Ketua ALFI Jateng ini berharap supaya pembuatan tanggul laut bisa cepat dilakukan, karena dengan adanya tanggul dapat menekan biaya logistik hingga 21 persen.

Sementara itu, Ketua Aptrindo Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Slamet Rusman mengungkapkan, adanya banjir di Kaligawe Semarang membuat pengusaha truk rugi, namun tidak bisa berbuat banyak, mengingat hal itu dianggap sebagai bencana alam. (***)