INSA Batam menyatakan tidak mengetahui persis, kenapa tarif kontainer Batam – Singapura lebih mahal dari Jepang, Korea, dan Tiongkok tujuan Singapura. Padahal jarak Batam ke Singapura hanya 18 kilometer,

“Pastinya saya tidak tahu persis, tapi memang mahal, karena semua tarif yang menentukan adalah Singapura,” kata Suparno, salah satu pengurus DPCB INSA Batam, saat dihubungi Ocean Week per telpon, Rabu (7/2).

Amboro Banteng dari pelayaran RCL juga mengiyakan jika tarif kontainer Batam-Singapura mahal.

Ketua umum GPEI, Khairul Mahalli justru mempertanyakan kenapa INSA tidak bisa ambil peran untuk mencari solusi masalah ini.

Sebelumnya, Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan, untuk kontainer berukuran 20 feet tujuan Batam-Singapura tarifnya mencapai 500 dolar AS.

“Tarif itu jauh lebih mahal dibandingkan dari Jepang, Korea, dan Tiongkok dengan tujuan Singapura. Dari Jepang ke Singapura hanya 280 dolar AS. Begitu juga dari Korea dan Tiongkok,” kata Lukita saat menggelar diskusi dengan pengelola Kawasan Industri Batamindo di Wisma Batamindo, baru-baru ini.

Menurut Lukita, penyebab mahalnya tarif kontainer dari Batam ini, karena minimnya kapasitas Pelabuhan Batuampar, Batam, sehingga kapal kontainer kapasitas besar tidak bisa sandar di pelabuhan itu.

“Makanya, kontainer-kontainer yang akan dikirim ke Singapura harus dibawa kapal kecil kesana (Singapura). Dan ini yang membuat tarif kontainer dari Batam mahal. Begitu juga sebaliknya kapal dari Singapura yang ke Batam mesti gunakan kapal kecil, sehingga ada biaya tambahan,” ujarnya. (***)