Pemerintah (Kemenhub) berencana segera melaunching DO Online di pelabuhan Tanjung Priok. Diharapkan antara tanggal 19 sampai 24 Februari 2018 mendatang bisa terwujud.

Menko Maritim Luhut Panjaitan, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menkeu Sri Mulyani, dan Menhub Budi Karya Sumadi diharapkan dapat menghadiri Launching Go Live DO Online tersebut.

Pada hari Selasa (6/2) siang, bertempat di Kantor Cabang Pelindo II Tanjung Priok, simulasi launching DO Online telah dilakukan oleh kantor otoritas pelabuhan Priok.

Hadir pada acara ini dari berbagai unsur terkait, antara lain Bea Cukai, operator terminal, pelayaran, forwarder, trucking, dan unsur pemerintah.

Kepala OP Tanjung Priok, Arif Toha dalam sambutannya mengatakan, bahwa pada akhir tahun 2017 lalu, Menhub Budi Karya Sumadi mencanangkan Tanjung Priok sebagai pelabuhan yang efisien, dan transparan, serta percepatan arus barang.

Menurut Arif, untuk meningkatkan efisiensi layanan ekspor impor di pelabuhan Priok, pemerintah menyiapkan satu sistem yang dinamakan DO Online.

“Sistem DO Online akan terintegrasi dengan Inaportnet dan INSW. (Indonesia National Single window) Tujuannya selain efisiensi juga bisa mengurangi pertemuan antara pengguna dan penyedia jasa, karena sudah online sistem,” ungkap Arif Toha.

Diharapkan dengan adanya simulasi ini, para pengguna jasa DO Online sudah lebih mengetahui dan memahami manfaatnya.

Sementara itu, Syaiful, direktur operasional PT ILCS menyatakan, dengan menggunakan sistem DO Online, pengurusan dokumen bisa lebih cepat, karena cargo owner atau forwarder yang mewakili tidak perlu lagi datang ke kantor pelayaran untuk mengambil DO, cukup diorder dari kantor.

“Kalau dengan pola manual menggunakan tenaga kurir datang ke kantor pelayaran bisa memerlukan waktu lama, dan terkendala dengan kinerja 24/7. Tapi dengan DO Online hanya butuh waktu satu sampai dua jam selesai,” ujarnya.

Menurut Syaiful, pelayaran yang sudah menggunakan sistem ini adalah Evergreen, dan untuk terminal, ada JICT, MAL, dan NPCT1.

Sistem ini juga sudah terintegrasi dengan bank, seperti Mandiri, BNI, BRI, CIMB Niaga, dan bank lainnya.

Pada kesempatan simulasi, pihak ILCS sebagai penyedia sistem DO Online memperagakan bagaimana cara menggunakan sistem tersebut.

Ternyata, sistem tersebut saat ini masih perlu diintegrasikan dengan terminal yang  ada di pelabuhan Priok.

Pihak terminal JICT menyatakan siap melaksanakan sistem itu. Dan sebenarnya sudah berjalan. Terminal ini bersama KMTC sudah melaksanakan sistem tersebut.

Sedangkan MAL menyatakan sudah siap dengan pelayanan SP2 online dan DO Online dengan sistem sendiri.

Selama ini MAL sudah melaksanakan sistem ini dengan pelayaran Evergreen.

Sementara itu, Adil Karim, Sekretaris ALFI Jakarta menyatakan menyambut baik dengan rencana pemberlakuan sistem DO Online. Apalagi jika sistem ini bersifat mandatori pemerintah, mau tidak mau harus jalan.

“Cuma sebelum resmi dilaksanakan, sistem ini mesti benar-benar sudah siap, semua yang terkait mesti sudah terintegrasi dengan tepat,” ujar Adil.

Salah satu PPJK, Dewi Noraeni dari PT Agility juga menginginkan supaya sistem DO Online ini segera jalan, sebab penghematan biayanya cukup besar.

“Bukan hanya hemat saja, tapi akurasi informasi dan biaya bisa kelihatan semua, serta tak ada kelebihan bayar. Makanya, kami berharap sistem ini segera jalan,” ucap Dewi.

Sayangnya, untuk manifes masih belum terintegrasi dengan sistem DO Online ini. “ALFI minta supaya pihak perhubungan bicarakan ini dengan pihak Bea Cukai,” ungkap Adil menambahkan. (***)