Dirut PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo) Elvyn G. Masassya menyatakan bahwa Pelindo II tetap berminat untuk menjadi operator di Pelabuhan Patimban, Subang Jawa Barat. Perseroan berharap bisa mendapatkan saham mayoritas untuk porsi pembagian saham Indonesia di pelabuhan tersebut.

“Kami tetap ingin masuk ke Patimban dan memperoleh saham mayoritas untuk di saham Indonesianya. Itu Patimban rencana 51% saham Indonesia dan 49% Jepang, kami ingin menjadi mayoritas, namun sampai sekarang belum ada keputusan,” kata Elvyn G Masassya, dihadapan pers, di Tanjung Priok.

Selain itu, Elvyn juga mengungkapkan pihaknya sedang mempersiapkan berbagai fasilitas dalam rangka menjadikan Tanjung Priok sebagai pelabuhan transhipment domestik nasional. “Semua sedang disiapkan,” ujarnya kepada Ocean Week.

Seperti diketahui bahwa Pelabuhan Patimban baru akan dimulai proses tendernya pada Maret 2018. Pembangunannya sendiri diperkirakan akan menyedot dana mencapai Rp 14,17 triliun.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, proyek ini rencananya turut dibiayai Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA) sebesar 118,9 juta yen atau sekitar Rp 14,17 triliun. 

“Pelabuhan Patimban diperkirakan dapat dioperasikan Maret 2019. Pelabuhan ini nantinya berkapasitas 7 juta TEUs (twenty-foot equivalent unit). Indonesia akan menjadi operator mayoritas pelabuhan ini,” ungkapnya di Jakarta. (**)