Dalam upaya mematangkan program tol laut yang dinilai berhasil menekan disparitas harga khususnya di wilayah Indonesia Timur, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dalam waktu dekat berencana mengubah sistem tol laut dari berbasis angkutan menjadi berbasis kontainer.

“Jadi kalau kami mau kirim berbasis angkutan berapa pun isinya kami harus bayar, tetapi kami akan deteksi kota ini berapa, 100 kontainer, 200 kontainer, 50 kontainer, akan kami kirim sesuai volume (kebutuhan) itu,” kata Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, di Jakarta, Jumat (2/2).

Perubahan itu, menurut Menhub Budi Karya, karena tingkat keterisian angkutan balik belum maksimal. “Karena angkutan balik belum maksimal jadi kita bisa mereduksi cost atas itu. Kira-kira (pengurangan biaya) 30-40 persen karena uangnya ini bisa kita pakai kegiatan-kegiatan untuk menambah jalur dan menambah intensitas,” ujarnya.

Menhub juga menyatakan, saat ini masih ada daerah yang hanya disandari kapal tol laut 2 minggu sekali. “Dengan upaya penekanan biaya ini, diharapkan nantinya dapat menambah intensitas kapal tol laut di suatu daerah,” ungkap Menhub.

Selain mengubah sistem tol laut, Menhub juga akan segera merestrukturisasi pelabuhan-pelabuhan di seluruh Indonesia agar lebih murah, lebih cepat, dan lebih transparan. Salah satunya pelabuhan Tanjung Priok.

Operasional Pelabuhan Tanjung Priok sebagai pelabuhan internasional diharapkan dapat beroperasi 7 hari dalam seminggu dan 24 jam, karena dengan waktu operasional selama ini hanya 5 hari akan berpengaruh pada distribusi barang dari daerah-daerah disekitar Jakarta.

Kemenhub ingin memudahkan operasi Pelabuhan Priok menjadi 7 hari sehingga barang-barang yang tadinya stop bisa berjalan dan tetap aktif.

Kemenhub juga sudah menyatakan bahwa pihaknya akan menerapkan sistem DO Online mulai Maret 2018. Sosialisasi terhadap sistem ini pun sudah dilakukan beberapa waktu lalu.

“Kami akan menerapkan Delivery Order (DO) online, selama ini namanya DO itu dari pintu ke pintu fisik harus hadir ini membutuhkan waktu dan juga mengakibatkan tidak government dengan DO online ini bisa berjalan,” ujar Menhub.

Rencananya, perubahan waktu operasional Pelabuhan Tanjung Priok akan dilaksanakan pada bulan Maret 2018. Kementerian Perhubungan juga berencana akan mengalihkan beberapa jalur tol laut yang dianggap tidak produktif. (***)