PT Krakatau Bandar Samudera (KBS) optimis dapat menangani sekitar 20 juta ton pada tiga tahun mendatang (2020), asalkan penambahan sejumlah fasilitas seperti dermaga, lapangan penumpukan, warehouse, serta fasilitas penunjang lainnya bisa selesai dibangun.

“Saat ini (2017) produksi yang ditangani KBS sudah mencapai 18 juta ton.Makanya capaian 20 juta ton mesti dibarengi dengan pengembangan berbagai fasilitas. Selain itu juga support dari industri grup Krakatau Steel menggunakan kegiatannya di KBS,” kata Tonno Sapoetro, Dirut PT KBS kepada Ocean Week, di sela acara Customer Gathering, di Sheraton Grand City, Gandaria, Jakarta Selatan, Kamis (23/11).

Karena itu, ungkap Tonno, sekarang ini KBS tengah fokus pada empat hal, antara lain menyiapkan IT sistem yang canggih, lalu meningkatkan kualitas SDM, Finance (revenue, profit) dan Green Port.

Dirut PT KBS Tonno Sapoetro saat memberi sambutan pada Customer Gathering, di Jakarta, Kamis (23/11)

Dirut PT KBS Tonno Sapoetro saat memberi sambutan pada Customer Gathering, di Jakarta, Kamis (23/11)

“Semua itu kami lakukan dan siapkan, agar KBS menjadi pelabuhan yang green. Lalu IT juga sudah kami siapkan di era digitalisasi ini, begitu pula dengan SDM yang profesional, tentunya KBS pun tetap fokus untuk tetap profit,” ujarnya.

Menanggapi pemberlakuan inaportnet sistem di pelabuhan Banten, termasuk di KBS, Tonno menyatakan, sebenarnya perseroan sebelum pemerintah (Kemenhub) memberlakukan sistem inaportnet ini, pihaknya sudah memiliki sistem online digital.

Namun, karena pemerintah mengharuskan penggunaan inaportnet sistem, KBS harus mengikuti dan mesti bisa mensinergikan (koneks) antara sistem yang sudah dibangun KBS dengan inaportnet.

“Sekarang integrasi inaportnet-KBS sudah koneks, 90% sudah jalan, dan hanya tinggal 10% yang belum,” tutur Tonno.

Nantinya, dengan sistem online ini, pengguna jasa akan dimudahkan dalam beraktifitas di KBS. “Mereka tak perlu lagi bertatap muka (bertemu) dengan petugas, karena semua kegiatan dokumen dilakukan secara online, cukup dari kantor masing-masing sudah bisa,” jelasnya.

Pada acara Customer Gathering tersebut, sekaligus dilakukan sosialisasi BAPJ Online PT KBS. Masing-masing direksi mulai dari Dirut Tonno Sapoetro, Direktur Operasi Agung Wibowo, Direktur Keuangan Dwi Suharjo, dan Diretur Komersial dan Pengembangan Usaha David Rahardian, meresmikan sistem online KBS tersebut.

Hadir pada kesempatan itu, Abdul Azis (KSOP) Banten, pengurus APBMI Banten Masduki, serta para mitra strategis KBS antara lain dari PLN, PT Pusri, Semen Indonesia, dan sebagainya.

Sementara itu, Abdul Azis mengungkapkan bahwa sekarang ini di pelabuhan Banten (KBS), dan Pelindo II Banten sudah diberlakukan sistem inaportnet. “Jadi para penguna jasa yang ingin mengurus penyandaran kapal tak perlu lagi manual atau bertemu dengan petugas, karena semua sudah dilakukan secara online,” ujarnya.

Bagi KBS, tambah Tonno, sesuai dengan visi perseroan yakni ingin menjadi BUP (Badan Usaha Pelabuhan) terkemuka di Indonesia.

Kesempatan customer gathering ini digunakan pihak KBS untuk mendapatkan masukan dari para penguna jasanya. “Kami dari manajemen KBS mengucapkan terima kasih kepada para mitra kerja atas kerja sama yang terbangun harmonis selama ini. Semoga layanan yang kami berikan dapat memuaskan dan sesuai dengan keinginan para mitra semuanya,” ungkap Tonno bersemangat.

Kurang lebih 100 mitra kerja KBS merasa senang dengan acara yang digelar anak usaha PT Krakatau Steel itu, karena selain ada door price, juga dihibur dengan lawakan Cak Lonthong. (***)