Wakil Menteri Transportasi Malaysia, Datuk Abdul Aziz Kaprawi menyatakan bahwa pendapatan Port Klang mengalami penurunan, karena beberapa perusahaan pelayaran internasional memindahkan operasinya dari pelabuhan Klang ke Singapura, misalnya Hapag Lloyd.

Sebagaimana dikutip The Star, Rabu (22/11), berdasarkan laporan tahunan otoritas pelabuhan Klang, pada tahun 2016 tercatat RM271.2 juta, lebih rendah dibandingkan tahun 2015 yang mencapai RM302,8 juta (S$ 99,1 juta).

Datuk Abdul Azis mengatakan, pengalihan operasi tersebut disebabkan oleh penggabungan beberapa perusahaan pelayaran internasional dan kalibrasi rute ini.

“Di antara penggabungan tersebut adalah pengambilalihan United Shipping Company oleh Hapag-Llyod, yang menghasilkan satu juta TEUs yang beroperasi di Port Klang pindah ke Singapura,” ungkapnya.

Sementara itu, Kementerian Perdagangan dan Industri Internasional Malaysia mengatakan, Malaysia menerima investasi sebesar RM267,7 miliar dari 10 negara pada tahun lalu. (TS/**)