PT Pelabuhan Indonesia II menggelar stakeholder gathering guna memaparkan perkembangan bisnis dan pelayanan perseroan.

Dalam keterangan resmi yang dikirim Shanty Puruhita, Corporate Secretary Pelindo II yang diterima ocean week.co.id, Kamis malam (16/11), menyebutkan pertemuan dengan para pengguna jasa dan institusi pemerintah yang terkait kepelabuhan merupakan kegiatan rutin perseroan untuk menjalin sinergi dan menyatukan orientasi.

IPC berharap ekspansi dan peningkatan layanan bisa memberikan layanan kelas dunia kepada pengguna jasa.

Elvyn G. Massassya, Direktur Utama IPC mengatakan, IPC membutuhkan dukungan stakeholder guna berkolaborasi mewujudkan pelayanan maksimal bagi pengguna jasa. Dia yakin para stakeholder memiliki harapan yang sama dengan perseroan agar bidang kepelabuhan dan logistik bisa terus membaik dan bangkit.

“Stakeholder gathering ini merupakan langkah awal menuju ke sana,” ujar Elvyn.

Dalam paparan kepada stakeholder, IPC akan segera mengoperasikan container freight stasion (CFS). CFS merupakan sentralisasi pusat distribusi terpadu pertama di Indonesia yang berfungsi meningkatkan kelancaran arus barang di Pelabuhan Tanjung Priok.

Melalui sinergi dengan Kementerian Perhubungan dan dukungan dari stakeholder, IPC telah melaksanakan Go Live Inaportnet di Pelabuhan Tanjung Priok, Panjang, Teluk Bayur, Pontianak, Banten, dan Palembang. Portal Inaportnet juga telah dijalankan di 10 pelabuhan lain seperti Belawan, Makassar, Bitung, Ambon, Gresik, Sorong, Tanjung Emas, Tanjung Perak, Banjarmasin, dan Balikpapan.

Di sisi pengembangan usaha, IPC telah menyelesaikam seluruh persyaratan yang diwajibkan perihal penawaran umum perdana (IPO) anak usaha perseroan, PT Jasa Armada Indonesia.

Hadir sejumlah stakeholder kepelabuhan mitra Pelindo II, dari INSA, APBMI, Aptrindo, ALFI, dan sebagainya. (pld2/**)