Ketua DPC INSA Surabaya Steven H Lesawengen menyatakan jika Klaim Dirut PT Pelindo III IGN Askhara yang menyatakan tarif pelayanan jasa kapal dan barang di Pelabuhan Tanjung Perak lebih murah dan lebih kompetitif dibandingkan dengan Singapura adalah tidak benar.

“Gak benar itu, tariff Container Handling Charge (CHC) disini (Tanjung Perak-red) US$ 82 per 20 dan US$ 125 per 40, terus ada recovery cost US$ 70 per 20 feet. Jadi mana lebih murah,” ungkap Steven kepada Ocean Week, Rabu pagi (8/11).

Namun, Steven mengakui kalau service yang diberikan oleh Pelindo III Tanjung Perak, baik di terminal petikemas maupun pelabuhan konvensional untuk sekarang ini sudah membaik. “Saat ini layanan sudah baik dibandingkan dulu,” ujarnya.

Sebelumnya, Dirut Pelindo III mengatakan bahwa biaya jasa kapal dan barang di Tanjung Perak lebih kompetitif atau lebih murah dibandingkan Singapura. “Ini bisa dilihat dari kapal petikemas dengan muatan 1.930 boks dan dengan kinerja box ship per hours (BSH) sebanyak 50 boks per jam, maka pengguna jasa dikenakan total biaya oleh Pelabuhan Tanjung Perak Rp2,61 miliaran. Sedangkan di Pelabuhan Singapura, dengan kondisi sama, pengguna jasa dikenakan total biaya sebesar Rp3,6 miliaran,” kata Dirut Pelindo III IGN Askhara Danadiputra dalam keterangan persnya.

Menurut dia, total biaya itu meliputi jasa kapal, penanganan petikemas atau Container Handling Charge (CHC) di Tanjung Perak Surabaya kini lebih rendah 57% dari pelabuhan di Singapura.

“Dengan selisih tarif tersebut diharapkan bisa menjadi keuntungan tersendiri bagi Pelabuhan Tanjung Perak untuk memperoleh pangsa pasar yang lebih luas dalam penanganan jasa kepelabuhanan,” ujarnya.

Meski begitu, layanan Pelabuhan Tanjung Perak masih perlu ditingkatkan dan diperbaiki agar mampu bersaing dengan pelabuhan-pelabuhan besar lainnya, misalnya penataan alih muat (transhipment) atau proses bongkar muat peti kemas dari kapal ke area penumpukan, hingga waktu tunggu kapal.

“Dukungan dari pemerintah juga diharapkan agar terus biaya operasional pelabuhan secara keseluruhan dapat ditekan,” kata Askhara. (***)