KSOP Marunda Anggiat Douglas melakukan sosialisasi tarif pemanduan-penundaan untuk Pelabuhan Tegar Indonesia (MCT) di pelabuhan Marunda, bertempat di Wizh Hotel, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (1/11) malam.

Sosialisasi itu, dihadiri dari Perwakilan Direktorat Kepelabuhanan Ditjen Hubla, Fajar, Ketua DPC INSA Jaya Capt. Alimudin dan jajaran pengurus (Banu Amza, Sunarno), David Rahardian (Direktur PT Krakatau Bandar Samudera/KBS) dan jajarannya, Direktur PT MCT Aulia Febri, serta para shipping agent.

“Pemanduan dan penundaan di pelabuhan Marunda adalah untuk keselamatan pelayaran. Kami mesti melaksanakan hal ini karena untuk kenyamanan, keamanan bagi semuanya yang berkegiatan disini,” kata Anggiat pada kesempatan sambutannya.

Menurut dia, di pelabuhan Marunda, kegiatan pandu-tunda itu dilakukan untuk terminal Blencong, KCN, dan MCT. “Untuk tarif pemerintah tidak campur tangan karena belum ada pelimpahan, jadi sifatnya b to b,” ungkapnya diamini Fajar.

Sementara itu David Rahardian menyatakan, bahwa kegiatan pemanduan penundaan untuk MCT sudah dilakukan pihak KBS dari 17 Oktober 2017. Sedangkan terhadap dua terminal lainnya sudah dilaksanakan sejak Juni 2017 lalu.

Untuk diketahui bahwa tarif pemanduan penundaan di MCT juga sudah dilakukan penandatanganan kesepakatan antara pihak DPC INSA Jaya dengan PT KBS, beberapa waktu lalu.

“Tarifnya tetap menggunakan tarif eksisting, dan kami hanya melanjutkan sebelumnya,” kata David menambahkan.

Sedangkan Aulia Febri mengungkapkan keinginannya supaya dengan adanya kegiatan pemanduan penundaan ini, pihak operator terminal menjadi nyaman dan aman. “Kami berharap pelayaran lebih banyak masuk ke MCT karena fasilitasnya lebih bagus terutama alur pelayaran, kapal hingga 7000 DWT juga bisa dilayani di MCT,” ujarnya. (***)