Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Jawa Tengah akan selalu mengawasi komitmen Pelindo III Cabang Tanjung Emas untuk tetap memberi kesempatan kepada PBM swasta melakukan aktifitas bongkar muat di pelabuhan konvensional tersebut.

“Kami akan awasi terus Pelindo III Tanjung Emas, kalau mereka (penglola Tanjung Emas) macam-macem dan tidak mengindahkan terhadap apa yang sudah kita sepakati, maka akan kami sikat,” kata penasihat APBMI Jateng, Putut Sutopo, di Semarang sewaktu ditanya Ocean Week mengenai kondisi dan situasi PBM di pelabuhan Tanjung Emas saat ini.

Tokoh pengusaha angkutan laut di Semarang ini mengaku benar-benar serius dalam hal ini. Apalagi sejek keluarnya PM 152 tahun 2016 tentang bongkar muat barang dari dan ke kapal, yang juga menyebutkan bahwa BUP yang sudah memperoleh konsesi otomatis dapat melakukan kegiatan bongkar muat sendiri di wilayahnya.

“Tapi, GM Pelindo Tanjung Emas yang baru (Ardi Wahyu Basuki-red) kelihatannya baik, dan bisa mengakomodir PBM yang bekerja disini (Pelabuhan Tanjung Emas-red),” ungkap Putut.

Sementara itu, Ketua APBMI Jateng Romulo Simangunsong mengungkapkan bahwa APBMI telah menandatangani kerjasama dengan Pelindo III cabang Tanjung Emas untuk kegiatan bongkar muat di pelabuhan Semarang ini. “Bahkan kami bisa juga bekerja di dermaga dalam,” ujarnya sebelum Romulo dikukuhkan sebagai pengurus APBMI Jateng, baru-baru ini.

Menurut Romulo, kerjasama tersebut sudah berjalan sekitar tiga bulan lalu. “Meski begitu, kami akan selalu mengevaluasi, apabila PBM dirugikan,” ucapnya lagi.

GM Pelindo Tanjung Emas, Ardi Wahyu Basuki pada kesempatan memberi sambutan di acara pengukuhan dan pelantikan pengurus APBMI Jateng, menyatakan akan terus menjalin hubungan baik. “Saya belum genap sebulan ditempatkan disini, tapi kita akan terus jalin hubungan yang baik, lupakan yang dulu. Kita jalin kerjasama, bagaimana pola kerjasamanya kedepan dalam rangka membuat pelabuhan yang transparan,” katanya.

Kekhawatiran para PBM terhadap akan bermainnya Pelindo untuk melakukan kegiatan bongkar muat sendiri juga dilontarkan oleh APBMI Sumatera Utara, APBMI Banten, dan APBMI Jawa Timur.

Mayoritas mereka mengungkapkan dengan keluarnya PM 152/2016, PBM mesti pandai-pandai mensiasati dengan menggandeng Pelindo, karena hanya itulah salah satu yang mesti dilakukannya agar usahanya tetap bisa berjalan. (***)