Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi ditemani Wali Kota Cilegon dan Dirut PT Pelabuhan Mandiri melakukan groundbreaking tanda dimulainya pembangunan pelabuhan Cilegon Mandiri Bosowa Warnasari (CMBW) atau yang familiar disebut Pelabuhan Warnasari.

“Hari ini kita memang membangun sisi darat, tapi kita harus membangun optimismenya. Di mana, Pak Wali Kota (Cilegon) dan Pak Dirut (PT Pelabuhan Cilegon Mandiri) telah mendapatkan klien, ini merupakan sisi marketing yang baik,” kata Menhub Budi Karya, dalam sambutannya, Rabu (30/08).

Pelabuhan Warnasari akan menjadi lokasi bongkar muat pelabuhan curah kering, dan curah cair yang ideal karena memiliki kedalaman mencapai 20 meter, sehingga kapal-kapal besar dapat dilayani disini.

Menhub Budi Karya minta, Pemerintah Kota Cilegon yang baru mengurus izin pembangunan darat, juga mesti segera menyelesaikan izin pembangunan di wilayah lautnya, supaya pembangunan pelabuhan dapat diselesaikan tepat waktu pada 2019.

“Sisi pelabuhan harus dimaksimalkan dengan baik. Saya meminta agar Pak Wali Kota Cilegon menyelesaikan perizinan sisi laut sesegera,” ujar Budi Karya.

Pembangunan Pelabuhan Warnasari dilakukan  joint venture antara PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) selaku BUMD Kota Cilegon dengan kepemilikan saham 52% dan PT Bosowa Bandar Indonesia 49%. Sedangkan operasionalnya oleh Pelindo II.

Sementara itu, Wali Kota Cilegon Tb. Iman Ariyadi menyatakan, Pelabuhan Warnasari yang sudah digagas dari tahun 2000-an ini akan mendukung program Kemenhub menjadi pelabuhan terpadu.

Pembangunan untuk tahap pertama meliputi pembangunan trestel 1090m x 15m dengan struktur deck on pile, Jetty 280m x 40m untuk curah kering dengan struktur deck on pile, Jetty 470m x 15m untuk curah cair dengan struktur deck on pile, dan gudang tertutup dengan kapasitas 500 ribu metrik ton dilengkapi dengan konveyor.

Lalu jembatan timbang sebanyak empat unit dengan kapasitas masing-masing 120 ton, tangki timbun dengan kapasitas 500 ribu kiloliter dilengkapi dengan instalasi pompa dan perpipaan, dilengkapi dengan flow meter, jalan akses sepanjang 3 ribu meter dengan lebar 26 meter, dan luas perkantoran 1,5 hektare dengan nilai investasi mencapai Rp 2 triliun. (***)