Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Gemilang Tarigan setuju terhadap himbauan pemerintah maupun Kadin Indonesia yang ingin supaya truk barang mulai beroperasi pada Senin (3/7) mendatang. Mengingat pada H+5 Lebaran dimana seharusnya truk barang sudah mulai beroperasi sesuai dengan peraturan Menhub dan Dirjen Perhubungan Darat, namun dikhawatirkan akan menambah kemacetan waktu arus balik Lebaran.

“Aptrindo setuju saja dengan keinginan pemerintah atas perpanjangan waktu operasi truk itu, kemarin kami diminta Pak Menhub (Budi Karya Sumadi-red) agar truk mulai jalan (beroperasi) hari Senin (3/7) nanti, supaya tidak menambah kemacetan di jalan raya,” kata Tarigan kepada Ocean Week, Kamis (29/6) pagi.

Tetapi, Tarigan minta supaya truk yang beroperasi di pelabuhan Tanjung Priok diberi dispensasi untuk dapat melakukan aktifitasnya, karena berhentinya kegiatan truk di pelabuhan Priok sudah terlalu lama. “Jangan semua diberhentikan, kalau bisa truk yang mengangkut barang keluar dari pelabuhan Priok, terutama yang arah ke timur diperbolehkan, sebab arah ke timur tidak macet,” ungkapnya.

Meski begitu, Tarigan juga menyadari kalau pada dasarnya, industri di sekitar Jabodetabek pun mulai buka pada Senin (3/7) mendatang.

“Tapi, kebijakan khusus diperbolehkannya truk barang dari pelabuhan Priok itu, jika ada diantara industri atau gudang yang sudah buka dan ingin barangnya dikeluarkan dari pelabuhan,” ucapnya lagi.

Seperti diketahui bahwa truk barang sudah mulai dilarang berperasi di jalan raya sejak H-5 hingga H+5 Lebaran 1438 H.

Kemarin, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang Perhubungan Carmelita Hartoto juga menghimbau kepada pengusaha truk untuk mulai mengoperasikan truknya Senin mendatang untuk menghindari macet saat arus balik yang diprediksi puncaknya pada Jumat, Sabtu dan Minggu nanti. (***)