Untuk mendukung kegiatan ekspor impor di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) berencana menambah tiga unit container crane (CC) pada akhir Januari 2017 ini.

“Saat ini tiga crane baru itu telah dibawa oleh Kapal MV. CY Interocean I berbendera Marshall Island. Rencananya akan tiba di Dermaga TPS pada selasa (31/1), dengan catatan tidak ada hambatan cuaca selama perjalanan ke TPS,” kata, Engineering Director PT TPS Kartiko Adi, di Surabaya.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Ocean Week, Rabu (25/1) pagi disebutkan bahwa arus petikemas TPS selama 2016 naik 1,6 persen dibandingkan 2015 yang tercatat 1.397.428 TEUs. Capaian tersebut diperoleh dari arus petikemas  internasional mencapai 1.241.225 TEUs naik 2,3 persen dibanding tahun lalu pada periode yang sama dan untuk petikemas domestik sebanyak 156.203 TEUs.

“TPS menargetkan dari semua investasi yang dilakukan yaitu elektrifikasi dan penambahan tiga unit CC baru serta pendalaman kolam akan mendorong pertumbuhan arus peti kemas minimal tiga persen di tahun 2017,” ujar M. Solech, Public Relation PT TPS.

Sementara itu,  President Director PT TPS, Dothy mengatakan penambahan tiga CC bertenaga listrik tersebut untuk memberikan pelayanan yang lebih cepat, dan memperlancar arus ekspor impor maupun arus logistik nasional khususnya di Jawa Timur dan Kawasan Indonesia Timur.

“Dengan hadirnya tiga unit CC baru, TPS akan memiliki total sebelas CC bertenaga listrik untuk dermaga internasional dan tiga unit CC untuk dermaga domestik,” ungkapnya.

Spesifikasi CC yang diproduksi oleh Konecranes, salah satu perusahaan alat berat asal Finlandia  tersebut diklaim CC paling besar di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya karena dapat menjangkau 16 row atau setara dengan panjang 46 meter sehingga dapat digunakan untuk melayani kapal jenis Post Panamax.

Tak hanya itu, crane tersebut mampu mengangkat beban hingga 60 ton dengan sistem twin lift (dapat mengangkat petikemas 2 x 20 feet secara bersamaan).

Kartiko Adi menambahkan bahwa proses bongkar tiga unit crane tersebut membutuhkan waktu kurang lebih lima hari dan kemudian akan dilakukan testing serta commissioning selama satu bulan. “Jadi crane baru tersebut akan beroperasi penuh untuk melayani kapal internasional sekitar bulan Maret 2017,” ujarnya.

Saat ini PT TPS memiliki dermaga internasional sepanjang 1000 meter dengan kedalaman kolam hingga minus 13 meter Low Water Spring (LWS), dan dermaga domestik sepanjang 450 meter dengan lebar 50 meter.

“Ini adalah upaya kami untuk meningkatkan standar layanan dan produktivitas bongkar muat di TPS, sehingga kedepan diharapkan kami dapat membantu menekan biaya logistik dengan peningkatan kecepatan waktu bongkar muat, peningkatan kualitas dan kehandalan alat karena sudah menggunakan motor tenaga listrik, dan kapal jenis post panamax dapat dilayani di TPS,” jelas William Khoury, Vice President Director PT TPS. (humpl3/ow)