Pemerintah memastikan bahwa Jepang bakal menjadi investor untuk pembangunan pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat dengan mengucurkan dana sebesar US$ 1,7 miliar atau Rp 22,1 triliun.

Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan. (ist)

Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan. (ist)

“Investasi yang dikucurkan ada US$1,7 miliar, itu dari Jepang. Jadi dana sudah enggak ada masalah,” kata Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan di kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Jumat (11/11)

Hal serupa juga dikemukakan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, bahwa proyek pembangunan Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat, akan didanai oleh pihak Jepang atau JICA.

Menurut Luhut, progres tahap awal pembangunan sedang dalam penyelesaian rencana tata ruang wilayah. “Koordinasi terus dilakukan dengan pihak terkait seperti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Gubernur hingga Bupati Subang,” ujarnya.

Kata Luhut, dalam pembangunan proyek strategis nasional ini, akan dibangun pula jalur kereta barang dari Pegaden ke Patimban. “Nanti dalam rencananya, Pegaden ke Patimban bisa pakai kereta barang,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Subang, Imas Aryumningsih, mengatakan pihaknya juga ingin secepatnya menyelesaikan permasalahan RTRW. “Kami targetkan  pembebasan lahan harus sudah diselesaikan pada awal 2017,” ujarnya.

Ketua Umum DPP INSA Carmelita Hartoto

Ketua Umum DPP INSA Carmelita Hartoto

Ketua Umum DPP INSA Carmelita Hartoto menyatakan, percepatan pembangunan pelabuhan Patimban penting, karena begitu kondisi perekonomian normal, pelabuhan ini sudah dapat dipakai menjadi penopangatau penyangga Tanjung Priok. “Semakin banyak pelabuhan bagus, karena pelayaran memiliki banyak alternatif pilihan melakukan kegiatannya,” ujarnya. (***)