Direktur Utama PT Samudera Indonesia Tangguh (SIT) membenarkan bahwa PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) akan membangun terminal peti kemas senilai Rp 500 miliar.

Namun, dimana lokasi pembangunan terminal baru itu sedang dijajaki oleh perseroan. “Lokasi pembangunan yang dipilih berada di wilayah Dumai, Pontianak, Batam, dan Balikpapan. Tapi mana yang dipilih masih dipertimbangkan,” kata Bani Mulia.

Seperti diketahui bahwa, perseroan saat ini telah mengoperasikan terminal petikemas, di Tanjung Priok, Jakarta dan TPK Palaran di Kaltim.

Menurut Bani, terminal baru itu ditargetkan dibuka tahun ini. Memiliki kapasitas sebesar 230 ribu TEUs atau sama dengan terminal peti kemas Pelaran. Saat ini, kapasitas terminal peti kemas Palaran mencapai 230.000 TEUs dan akan dinaikkan menjadi 330.000 TEUs.

Bani menambahkan, perseroan akan memfokuskan bisnis di segmen jasa peti kemas dan pelabuhan. Tahun ini, Samudera Indonesia menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$ 150 juta. Sekitar US$ 150 juta akan digunakan untuk membiayai ekspansi dan sisanya untuk penambahan armada.

Bani mengatakan, perseroan berencana untuk membeli minimal lima armada kapal dari beragam jenis, mulai dari kontainer hingga tanker. “Satu kapal kontainer berkapasitas 1.100 TEUs sudah dikirim dari Jepang,” ungkap cucu tokoh pelayaran nasional Soedarpo (almarhum) ini.

Satu lagi kapal baru berkapasitas 2.000 TEUs. Perseroan juga akan mendatangkan kapal dari Tiongkok dengan kapasitas sekitar 600 TEUs dan diharapkan tiba pada kuartal I-2016. Perseroan sengaja membeli lebih banyak kapal bekas supaya bisa langsung dioperasikan.

Perseroan juga berniat untuk merambah bisnis sektor infrastruktur energi dengan mendukung program pemerintah untuk menyediakan kapasitas listrik sebesar 35 ribu mega watt (MW). Perseroan menyiapkan infrastruktur berupa shuttle tanker, floating storage, regasification barge, dan floating Storage Regasification Unit (FSRU) untuk program kelistrikan tersebut.

 

Tambah Rute

Bani mengatakan, perseroan terus melakukan review terhadap rute-rute pengangkutan dan mengeksplorasi rute-rute baru potensial. “Restrukturisasi juga termasuk perbaikan dari segi armada, sehingga pengangkutan bisa efisien. Selain margin kami menjadi lebih baik, penambahan rute-rute baru di luar negeri, seperti di Filipina, Kamboja, Thailand dan Asia Tenggara juga menambah pemasukan,” ucap Bani.

Sebelumnya dikabarkan, perseroan mendapatkan kontrak untuk penyediaan LNG untuk pembangkit listrik tenaga uap milik PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) di Pomalaa, Sulawesi Selatan. Adapun untuk pembangkit berkapasitas 2×30 Megawatt (MW) tersebut, Samudera Indonesia mendapatkan kontrak satu kapal penyedia LNG senilai US$ 70 juta.

“Untuk tahap awal masih 1-2 kapal yang disiapkan, tetapi bisa maksimal 6 kapal. Targetnya distribusi mulai awal tahun depan,” jelas Bani. (bs/ow)